Logo Bloomberg Technoz

Inflasi IHP AS Melonjak Tajam, Tertinggi Sejak 2022 Akibat Perang

News
14 May 2026 06:15

Ilustrasi data inflasi AS. (Bloomberg)
Ilustrasi data inflasi AS. (Bloomberg)

Augusta Saraiva - Bloomberg News

Bloomberg, Inflasi di tingkat grosir Amerika Serikat (AS) mengalami percepatan pada bulan April, mencapai laju tercepat sejak tahun 2022. Lonjakan ini dipicu oleh kenaikan harga energi akibat perang yang mulai merembet pada tingginya biaya transportasi logistik.

Berdasarkan data Biro Statistik Tenaga Kerja yang dirilis Rabu, Indeks Harga Produsen (IHP) naik 6% dibandingkan tahun lalu. Angka ini melampaui semua estimasi dalam survei ekonom oleh Bloomberg. Selain itu, kenaikan bulanan kali ini tercatat sebagai yang tertinggi sejak tahun 2022.


Ukuran inflasi inti grosir—yang mengecualikan kategori pangan dan energi—meningkat 5,2% dibandingkan April 2025. Ini merupakan kenaikan terbesar dalam lebih dari tiga tahun terakhir. Merespons data tersebut, imbal hasil (yield) obligasi Treasury 10-tahun bergerak naik, sementara kontrak berjangka indeks saham berfluktuasi.

Gambaran inflasi di tingkat produsen ini menyusul data hari Selasa yang menunjukkan kenaikan tajam pada indeks harga konsumen. Dengan gencatan senjata yang masih rapuh dan konflik Timur Tengah yang belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir, barang dan jasa lainnya berisiko menjadi lebih mahal karena perusahaan berupaya membebankan tingginya biaya energi dan transportasi kepada konsumen.

Grafik inflasi IHP AS. (Sumber: Bloomberg)