Logo Bloomberg Technoz

Cetak Kinerja Solid, EBITDA COIN Naik 156% Sepanjang 2025


(Dok. Indokripto Koin Semesta)
(Dok. Indokripto Koin Semesta)

Bloomberg Technoz, JakartaPT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) menutup tahun buku 2025 dengan performa keuangan yang mengesankan.

Sebagai perusahaan ekosistem perdagangan aset kripto pertama di Bursa Efek Indonesia, COIN berhasil mencatat pertumbuhan signifikan pada pendapatan dan laba.

Kinerja ini sejalan dengan tren pemulihan pasar aset kripto sepanjang 2025. Pendapatan Perseroan melonjak menjadi Rp284,75 miliar atau tumbuh 181,12% dibandingkan tahun sebelumnya.

Lonjakan tersebut didorong oleh aktivitas perdagangan yang meningkat, terutama pada segmen derivatif. Hal ini menunjukkan semakin kuatnya minat investor terhadap instrumen kripto yang lebih kompleks.

Derivatif Jadi Motor Pertumbuhan

Segmen perdagangan derivatif menjadi kontributor utama kinerja COIN sepanjang 2025. Pendapatan dari segmen ini melonjak hingga 7.623% secara tahunan menjadi Rp60,17 miliar.

Kontribusinya terhadap total pendapatan mencapai 21,13%, menjadikannya salah satu pilar penting dalam struktur bisnis Perseroan. Pertumbuhan ini turut mendorong peningkatan EBITDA menjadi Rp131,05 miliar atau naik 156,29% YoY.

Sejalan dengan itu, laba bersih Perseroan tercatat sebesar Rp49,10 miliar, meningkat 14% dibandingkan tahun sebelumnya. Kinerja ini mencerminkan efektivitas strategi bisnis yang dijalankan sepanjang tahun.

Direktur Utama Ade Wahyu menyampaikan bahwa kondisi pasar kripto yang positif sepanjang 2025 memberikan dampak langsung terhadap performa perusahaan.

"Tren pasar aset kripto di tahun 2025 memberikan dampak positif terhadap kinerja kedua anak perusahaan kami, yakni Bursa Kripto PT Central Finansial X (CFX) dan Lembaga Kustodian PT Kustodian Koin Indonesia (ICC). Jumlah konsumen yang terus bertambah, serta adopsi yang semakin positif, khususnya pada produk derivatif di Bursa Kripto CFX, menjadi kontributor utama bagi pertumbuhan kinerja Perseroan," ujar Ade.

Selain kinerja laba, COIN juga memperkuat struktur keuangannya. Liabilitas berhasil ditekan menjadi Rp53,71 miliar dari Rp234,99 miliar pada akhir 2024.

Di sisi lain, total aset meningkat 5% menjadi Rp1,602 triliun. Kenaikan ini didorong oleh operasional yang stabil serta kontribusi kuat dari transaksi derivatif.

Memasuki 2026, Ade memproyeksikan pasar kripto akan semakin dinamis akibat ketidakpastian ekonomi global dan sentimen geopolitik. Namun kondisi tersebut dinilai justru membuka peluang baru.

Instrumen derivatif kripto dinilai memiliki potensi besar sebagai alat lindung nilai di tengah volatilitas pasar. Oleh karena itu, Perseroan optimistis segmen ini akan terus berkembang.

“Kami juga akan terus memperkuat portofolio usaha dan berupaya menangkap peluang baru untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan. Perseroan juga berkomitmen untuk selalu mendukung kegiatan operasional kedua anak usahanya, yakni Bursa Kripto CFX dan Lembaga Kustodian ICC, agar tetap mengedepankan transparansi, inovasi, dan berpegang pada prinsip tata kelola perusahaan yang baik,” jelas Ade.

Sebagai informasi, COIN merupakan perusahaan holding yang menaungi PT Central Finansial X sebagai bursa kripto dan PT Kustodian Koin Indonesia sebagai lembaga penyimpanan aset digital.

Kedua entitas tersebut telah mengantongi izin dan berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan, memastikan operasional berjalan sesuai regulasi yang berlaku.