Logo Bloomberg Technoz

Tekanan Global Masih Kuat, Rupiah dan SUN Kehilangan Penopang

Tim Riset Bloomberg Technoz
27 March 2026 12:10

Uang rupiah. ( Dimas Ardian/Bloomberg)
Uang rupiah. ( Dimas Ardian/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pergerakan rupiah di pasar spot seperti yang sudah diprediksi dengan bias pelemahan. Dalam perdagangan siang ini, rupiah tergerus 0,3% ke Rp16.954/US$, setelah sebelumnya dibuka melemah 0,12% di Rp16.924/US$.

Pelemahan rupiah dipicu oleh meroketnya harga minyak Brent ke US$106,75 per barel pukul 10;50 WIB. Meski indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama masih stagnan di 99,84, tetapi ketidakpastian akibat perbedaan sikap antara Amerika Serikat (AS) dan Iran membuat pasar kembali memasang mode risk-off

Dari pasar Asia, pergerakan mata uang lebih banyak di zona merah ketimbang zona hijau. Pelemahan dipimpin oleh ringgit Malaysia 0,38%, rupee India 0,31%, kemudian disusul rupiah 0,3%, peso Filipina 0,16%, baht Thailand 0,07%, dan dolar Hong Kong 0,06%.


Sebaliknya, yen Jepang menguat 0,13%, won Korea Selatan 0,06%, dolar Taiwan 0,04%, yuan offshore 0,04%, dan yuan China 0,01%. 

Dari pasar domestik, belum banyak katalis yang mampu menopang laju rupiah. Meski Kementerian Keuangan dan Badan Gizi Nasional telah merumuskan rencana penghematan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan total Rp120 triliun, tetapi hasil akhirnya belum terlihat dan kembali ke Presiden Prabowo Subianto.