Logo Bloomberg Technoz

Ini Dia Senjata Andalan BI untuk Jaga Rupiah

Redaksi
26 March 2026 13:08

Bank Indonesia meluncurkan kebijakan term deposit valas mulai 1 Maret untuk mendukung penguatan dan stabilitas nilai tukar rupiah (Bloomberg)meru
Bank Indonesia meluncurkan kebijakan term deposit valas mulai 1 Maret untuk mendukung penguatan dan stabilitas nilai tukar rupiah (Bloomberg)meru

Bloomberg Technoz, Jakarta - Penerbitan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dalam lelang kemarin, Rabu (25/3/2026), melonjak menjadi Rp3,6 triliun dari Rp150 miliar pada lelang sebelumnya pada Jumat (13/3/2026).

Lonjakan sebesar 20 kali lipat ini menjadi sinyal bahwa otoritas moneter, Bank Indonesia (BI), sepertinya merasa perlu mengantisipasi tekanan rupiah yang diakibatkan oleh kenaikan harga minyak dunia dan ketidakpastian geopolitik. 

Sejak perang berkecamuk di Timur Tengah, harga minyak mentah melonjak tajam. Harga minyak jenis brent masih di atas US$ 100 per barel pada Kamis (26/3/2026) pukul 13:05 WIB. Kenaikan harga minyak ini membuat risiko imported inflation juga ikut meningkat.


Kondisi tersebut menempatkan stabilitas nilai tukar sebagai prioritas utama kebijakan moneter. Di tengah tekanan eksternal yang meningkat, ruang bagi BI untuk bersikap akomodatif jadi makin terbatas.

Lewat penerbitan SRBI, sepertinya BI berupaya menyerap kelebihan likuiditas di pasar sekaligus meningkatkan daya tarik aset berdenominasi rupiah. Hal ini dilakukan agar potensi arus keluar modal lebih terbatas, setidaknya dalam jangka pendek.