Yield Surat Utang RI Termasuk Tertinggi di Asia
Redaksi
24 March 2026 10:09

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pasar Surat Utang Negara (SUN) masih tertekan aksi jual di tengah sentimen risk-off akibat perang AS-Israel terhadap Iran. Imbal hasil (yield) SUN tenor 10Y melonjak naik dan kembali menyentuh level tertinggi sejak Juni 2025.
Pergerakan yield SUN tenor 10Y naik 44 basis poin (bps) dari 6,42% pada awal Maret menjadi 6,86% pada Selasa (24/3/2026). Bahkan, pada Senin (16/3/2026) yield SUN 10Y sempat tembus 6,91%, menandai level tertingginya sejak Mei 2025.
Tekanan di pasar SUN tidak hanya terjadi pada tenor acuan, 10Y, tapi merata di hampir seluruh tenor. Berdasarkan data Bloomberg, yield tenor menengah hingga panjang berada di level tinggi, dengan tenor 7Y di 6,85%, tenor 8Y di 6,89%, dan tenor 9Y di 6,94%.
Sementara itu, tenor panjang seperti 12Y sudah menembus 6,96% dan tenor 13Y bahkan melewati ambang psikologis 7,01%.
Kenaikan yield yang relatif merata pada hampir semua tenor ini mengindikasikan bahwa tekanan jual tidak bersifat temporer, tapi lebih mencerminkan repricing risiko. Investor tampaknya sedang menuntut premi risiko yang lebih tinggi di seluruh tenor, sejalan dengan ketidakpastian global yang semakin meningkat dan terjadinya lonjakan harga energi.




























