Logo Bloomberg Technoz

Penyebab IHSG Ditutup Melemah 0,92%

Muhammad Julian Fadli
11 May 2026 18:35

Layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (15/1/2026) (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (15/1/2026) (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Senin (11/5/2026) usai kehilangan 0,92% di posisi 6.905. Turun dalamnya saham–saham big caps jadi pemicu, saham BMRI, saham DSSA, hingga saham BBCA.

IHSG langsung terjun bebas dari pembukaan perdagangan pagi hari tadi, rentang perdagangan terjadi 7.001 hingga terdalam menyentuh 6.846. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) memperhitungkan nilai transaksi mencapai Rp20,53 triliun dari sejumlah 41,47 miliar saham yang didominasi manuver jual, dengan frekuensi 2,82 juta kali diperjualbelikan.

IHSG Penutupan Sesi II pada Senin 11 Mei 2026 (Bloomberg)

Adapun pelemahan IHSG turut disebabkan oleh nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang ditutup melemah 0,22% di level Rp17.412/US$ di pasar spot, berdasarkan data Bloomberg, turut jadi pemberat.


Saat ini, pasar juga tengah wait and see mencermati rencana penerapan tarif royalti tambang komoditas untuk tembaga, timah, nikel, emas dan perak, yang dilaporkan ditunda oleh Menteri ESDM, guna menyusun formulasi yang lebih optimal dan adil bagi semua sisi.

“Namun di lain pihak, Menteri Keuangan memastikan bahwa aturan penyesuaian tarif royalti perusahaan tambang akan mulai berlaku pada awal Juni 2026 dan akan segera dirilis Peraturan Presiden mengenai hal itu,” tulis Phintraco Sekuritas dalam catatannya hari ini, Senin.