Logo Bloomberg Technoz

Pandu Sjahrir Bicara Potensi IPO Denera, Anak Usaha Danantara

Sabrina Mulia Rhamadanty
11 May 2026 21:00

Petugas melakukan pengelolaan kotoran hewan di Waste to Energy, Jakarta, Kamis (21/9/2023).(Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Petugas melakukan pengelolaan kotoran hewan di Waste to Energy, Jakarta, Kamis (21/9/2023).(Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Chief Investment Officer Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Pandu Sjahrir menyebut potensi Initial Public Offering (IPO) dari anak usaha Danantara yang mengelola proyek Waste to Energy (sampah menjadi energi), yaitu PT Daya Energi Bersih Nusantara atau Denera.

“Kalau diperbolehkan ya di Bursa Efek Indonesia (BEI) nanti kita akan apply. Insyaallah karena 2028 mulai ada cash flow. Kalau udah ada cash flow kan kita bisa masuk ke pasar modal,” ungkap Pandu di kantor Bursa Efek Indonesia, Senin (11/05/2026). “Keinginan kami salah satunya itu. Denera,” tambahnya.

Pandu menjelaskan bahwa total pekerjaan Waste to Energy (WtE) yang akan dibangun mencapai  33 proyek dengan nilai investasi hampir US$5 miliar (setara dengan Rp85 triliun).

Adapun untuk fase kedua dari proyek WtE, Danantara akan menaikan kepemilikan saham hingga 51% dari setiap konsorsium yang terbentuk.

“Karena jangan lupa ini 33 proyek, itu almost close to US$5 billion. Dimana kita juga akan take bigger stage, pak. Jadi kita sekarang akan mengambil untuk fase kedua minimum 51%,” jelas Pandu.  

Ia menjelaskan bahwa proyek ini akan bekerjasama lebih banyak dengan dan partner lokal dan internasional. Kehadiran WtE diklaim bisa menyelesaikan masalah krisis sampah di Indonesia secepatnya.

Lantas, jika 33 proyek sampah di 33 kabupaten/kota di Indonesia dapat berjalan,  Danantara mengklaim negara Indonesia akan menjadi negara dengan perusahaan pemilik proyek WtE terbesar di Indonesia.

“Saya rasa ini akan menjadi salah satu waste to energy company terbesar yang akan ada di dunia,” ungkap Pandu.

Sebagai tambahan, Danatara resmi membentuk PT Daya Energi Bersih Nusantara atau Denera pada 1 April 2026. 

Fadli Rahman, lead of Waste-to-Energy sekaligus Director of Investment DIM, sebelumnya menyatakan bahwa Denera dibentuk awal April lalu dengan fokus pelaksanaan program PSEL atau Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik.

Denera akan memegang porsi saham di setiap proyek PSEL, dengan struktur kepemilikan ditetapkan sebesar 70% untuk mitra Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP), dan sebesar 30% dipunyai Denera.