Harga Minyak di Atas US$100 per Barel, Rupiah Masih Tertekan
Tim Riset Bloomberg Technoz
13 March 2026 09:14

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pergerakan rupiah kembali terbatas dalam pembukaan perdagangan spot pagi ini, Jumat (13/3/2026), di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa perang di Timur Tengah akan semakin menganggu pasokan energi dan mendorong inflasi.
Rupiah dibuka melemah 0,04% di Rp16.900/US$, kala indeks dolar AS juga melemah tipis 0,05% ke 99,69. Rupiah masih tertekan oleh lonjakan harga minyak.
Harga minyak mentah dunia dibuka naik 1,21% di US$101,68 per barel, lalu susut dan menyisakan penguatan hanya 0,09% namun masih berada di US$100,55 per barel pada 08:50 WIB.
Data CFTC menunjukkan posisi beli (long) non-komersial pada kontrak berjangka minyak mentah WTI di Nymex terus bertambah, naik menjadi 172.150 kontrak pada pekan yang berakhir 6 Maret dari 64.591 kontrak pada awal Januari. Selama periode tersebut, harga WTI juga melonjak tajam hingga 166,5%.
Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA) menyebut gangguan pasokan minyak saat ini telah memengaruhi sekitar 7,5% dari total pasokan global, bahkan berdampak lebih besar pada porsi ekspor.































