Logo Bloomberg Technoz

IKK Turun, Ekonom Nilai Konsumen Mulai Lebih Berhati-hati

Mis Fransiska Dewi
10 March 2026 12:10

Pengunjung berbelanja pakaian di Pasar Tasik, Tanah Abang, Jakarta, Kamis (27/2/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pengunjung berbelanja pakaian di Pasar Tasik, Tanah Abang, Jakarta, Kamis (27/2/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ekonom berpandangan beberapa bulan ke depan konsumen atau rumah tangga masih akan berhati-hati dan melihat risiko di masa mendatang karena pelemahan ekonomi. Hal ini merespons Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang menurun pada Februari dibandingkan bulan sebelumnya.  

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai penurunan IKK ke 125,2 dari 127,0 sebagai tanda melambatnya laju optimisme, bukan merupakan sinyal bahwa kondisi rumah tangga sudah melemah tajam. 

Alasannya, penilaian masyarakat terhadap kondisi saat ini justru membaik, terlihat dari kenaikan penilaian atas penghasilan, ketersediaan lapangan kerja, dan pembelian barang tahan lama. Sementara yang menurun adalah harapan terhadap kondisi beberapa bulan ke depan. 


Survei Bank Indonesia menunjukkan indeks keyakinan konsumen turun menjadi 125,2 dari 127,0. Sementara ekspektasi terhadap enam bulan ke depan juga turun menjadi 134,4 dari 138,8. Namun di saat yang sama, penilaian terhadap kondisi saat ini justru membaik menjadi 115,9.

“Jadi, masyarakat masih merasa keadaan saat ini cukup baik, tetapi mulai lebih berhati-hati karena melihat risiko ke depan masih ada,” kata Josua saat dihubungi, Selasa (10/3/2026).