Logo Bloomberg Technoz

Laporan BI: Optimisme Konsumen Menguat, Tapi Dompet Dijaga

Redaksi
09 February 2026 15:27

Pengunjung berada di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Selasa (27/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pengunjung berada di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Selasa (27/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Di tengah ketidakpastian global dan volatilitas pasar keuangan serta naiknya persepsi risiko investor terhadap pasar domestik, data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang tercatat naik seperti menjadi oase. 

Hari ini, Senin (9/2/2026), Bank Indonesia (BI) mengumumkan hasil Survei Konsumen periode Januari sebesar 127, naik dari periode sebelumnya 123,5. Angka ini mencerminkan optimisme publik terhadap kondisi ekonomi relatif terjaga di awal tahun. 

Kenaikan IKK secara agregat tersebut ditopang oleh dua pilar utama: persepsi atas kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi ke depan. 


Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) tercatat naik menjadi 115,1, sementara Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) meningkat ke 138,8. Dengan kata lain, konsumen tidak cuma merasa kondisi hari ini membaik, tetapi juga memandang enam bulan ke depan dengan lebih percaya diri. 

Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini edisi Januari 2026. (Sumber: Bank Indonesia)

Persepsi positif terhadap kondisi saat ini terutama datang dari tiga indikator pembentuk IKE. Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI) naik menjadi 123,7, Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) meningkat ke 109,9, dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama (IPDG) menguat ke 111,8. Data ini mengindikasikan bahwa rumah tangga mulai merasakan dampak pemulihan ekonomi secara lebih nyata.