Logo Bloomberg Technoz

Pada hari ini harga Brent untuk pengiriman Mei naik 17% menjadi US$108,42/barel pada pukul 9 pagi di Singapura, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April naik 19% menjadi US$108,33/barel. Harga berjangka melonjak hingga rekor 36% pekan lalu.

Adapun, per akhir pekan lalu, status cadangan BBM nasional tercatat tahan selama 23 hari, masih di bawah standar Badan Energi Nasional atau International Energy Agency (IEA) 90 hari cadangan minyak mentah atau produk BBM.

Dalam kesempatan sebelumnya, Bahlil menegaskan kapasitas cadangan minyak mentah Indonesia saat ini hanya cukup untuk 25 hari, dengan begitu pemerintah berencana membangun tangki penyimpanan minyak mentah tambahan untuk meningkatkan stok BBM nasional.

Sekadar informasi, PT Pertamina Patra Niaga memprediksi konsumsi BBM jenis bensin melonjak hingga 12% pada momen Idulfitri 2026. Sementara itu, permintaan BBM jenis solar atau diesel atau gasoil, diprediksi melandai hingga 14,5%.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun menjelaskan peningkatan konsumsi BBM jenis bensin tersebut berpotensi terjadi gegara tingginya mobilitas masyarakat.

Sementara itu, penurunan konsumsi BBM jenis diesel diprediksi terjadi gegara pembatasan angkutan berat selama periode Lebaran 2026.

“Pertalite, Pertamax, dan jenis gasoline [bensin] lainnya mengalami peningkatan sekitar 12% dari konsumsi normal yang ada. Kemudian justru berkebalikan dengan produk grup gasoil ini sejenis solar, justru mengalami reduksi ataupun penurunan sekitar 14,5%,” kata Robeth kepada awak media di kawasan Jakarta Pusat, dikutip Rabu (4/3/2026).

Sementara itu, penyaluran gas minyak cair atau liquified petroleum gas (LPG) diprediksi mengalami kenaikan sekitar 4% dari hari normal.

Lalu, permintaan avtur diprediksi naik hingga 2,8%, sedangkan minyak tanah atau kerosin, diprediksi mengalami kenaikan konsumsi hingga 4,2%.

Roberth menyebut Pertamina memprediksi puncak arus pergi terjadi dalam dua gelombang, yakni gelombang pertama pada 14—15 Maret 2026 dan gelombang kedua pada 18—19 Maret 2026.

Arus balik diperkirakan terjadi dalam dua tahap yaitu 24—5 Maret 2026 dan 28—29 Maret 2026.

Dalam kesempatan itu, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menyatakan meskipun jalur perdagangan migas di Selat Hormuz ditutup, stok BBM Pertamina diklaim dalam keadaan terjaga dalam menghadapi Idulfitri.

Baron mengatakan stok BBM yang disiapkan untuk Idulftiri 2026 sudah didatangkan sebelum konflik terjadi, sehingga pengadaannya tak terdampak penutupan jalur dagang migas dunia tersebut.

“Untuk stok BBM Itu sudah kami siapkan sebelum kejadian ini. Jadi untuk Ramadan dan Idulfitri sudah kami siapkan sehingga untuk masyarakat harap tenang, tetap bijak mempergunakan energi,” kata Baron dalam kesempatan yang sama.

(azr/wdh)

No more pages