Logo Bloomberg Technoz

BI: Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Kerek Inflasi 0,04% di April

Mis Fransiska Dewi
23 April 2026 15:20

Sejumlah pengendara mengantre mengisi BBM di SPBU Pertamina, Jakarta Selatan, Selasa (31/3/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Sejumlah pengendara mengantre mengisi BBM di SPBU Pertamina, Jakarta Selatan, Selasa (31/3/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) menilai penyesuaian kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi akibat lonjakan harga komoditas global akan berdampak terhadap inflasi sebesar 0,04% pada April 2026.

Meski demikian, secara keseluruhan BI memproyeksikan inflasi Indonesia pada 2026 hingga 2027 tetap berada dalam kisaran target 2,5% plus minus 1%. Hal ini menunjukkan tekanan dari kenaikan harga energi masih dapat diredam melalui kebijakan yang ada.

"BBM nonsunsidi apabila kita lihat dengan bobotnya di inflasi, maka untuk bulan April ini bisa meningkatkan inflasi, tapi tidak terlalu besar, hanya sebesar 0,04 persenan, sekitar itu," kata Deputi Gubernur BI Aida Budiman saat konferensi pers, Rabu (22/4/2026).


Untuk memitigasi dampak kenaikan harga energi, BI bersama pemerintah pusat dan daerah memperkuat pengendalian inflasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID). Upaya ini dilakukan melalui berbagai program, termasuk gerakan pengendalian inflasi dan pangan sejahtera.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Gubernur BI Ricky Perdana Gozali menambahkan inflasi domestik hingga Maret 2026 masih terkendali di level 3,48% secara tahunan (yoy/year on year), atau berada dalam kisaran target BI.