Logo Bloomberg Technoz

Respons Pasar Masih Dingin Kala Likuiditas Melimpah

Redaksi
24 April 2026 14:56

Bank Indonesia Berikan Insentif K-L-M, Targetkan Kredit Tumbuh 8-12%. (Diolah dari Berbagai Sumber)
Bank Indonesia Berikan Insentif K-L-M, Targetkan Kredit Tumbuh 8-12%. (Diolah dari Berbagai Sumber)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Demi menjaga stabilitas rupiah, Bank Indonesia (BI) kembali menahan suku bunga acuan di 4,75% selama lebih dari tujuh bulan beruntun.

Maklum, rupiah yang telah melemah 2,81% sejak awal tahun ini praktis mempersulit ruang pelonggaran bagi BI. 

Di tengah tekanan eksternal yang terus berlanjut dan terbatasnya ruang penurunan suku bunga acuan, BI sepertinya tak kehabisan akal. Otoritas moneter nampaknya melakukan pelonggaran secara diam-diam dengan melakukan injeksi likuiditas untuk menurunkan biaya dana perbankan. 


Memang, strategi ini nampaknya berhasil menurunkan suku bunga kredit secara bertahap. Akan tetapi, banjirnya likuiditas di pasar ternyata belum cukup kuat mendorong permintaan kredit yang masih lemah.

Hal ini terlihat dari data biaya dana perbankan yang turun ke 3,04%, melimpahnya likuiditas, dan Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) yang tercatat turun menjadi 8,63%. Namun di tengah kondisi ini, pertumbuhan kredit tetap melambat ke 9,37%, secara tahunan.