Lokasi Bencana Nuklir Fukushima Kini Dibuka untuk Wisata
News
24 April 2026 14:52

Masatsugu Horie - Bloomberg News
Bloomberg, Lima belas tahun setelah salah satu bencana nuklir terburuk di dunia, wilayah pesisir Fukushima ini terasa seperti masih terjebak dalam dampaknya. Lahan kosong di tempat rumah-rumah dulu berdiri. Tanda peringatan tentang akses terbatas. Konvoi truk konstruksi yang membawa tanah dan material radioaktif.
Dan kemudian, secara tak terduga, sebuah bus wisata.
Para pengunjung mulai berdatangan ke kota-kota yang hampir tidak berpenghuni, sebagian besar tertarik oleh bencana yang justru membuat para penduduknya pergi. Pembangkit nuklir Fukushima Dai-ichi Nuclear Power Plant yang rusak kini menjadi tujuan “dark tourism” — perjalanan ke lokasi yang terkait dengan tragedi, kekerasan, atau bencana, seperti Auschwitz, Killing Fields di Kamboja, atau Hiroshima di Jepang.
Di Fukushima, para pejabat lebih suka menyebutnya sebagai “hope tourism,” karena pencabutan perintah evakuasi di sejumlah wilayah sekitar telah membuka jalan bagi paket wisata.
“Ada makna yang sangat kuat ketika melihat langsung tempat di mana sesuatu yang tragis terjadi, lalu membentuk pemikiran sendiri,” kata Kotaro Toriumi, analis penerbangan dan perjalanan serta dosen paruh waktu di Teikyo University. “Ini bukan soal menikmati, melainkan lebih pada belajar.”
































