Logo Bloomberg Technoz

IHSG dan Bursa Asia Anjlok, Kenaikan Harga Minyak Jadi Penyebab

Muhammad Julian Fadli
09 March 2026 13:27

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan Bursa Asia kompak melemah hari ini. Sentimen kurang positif datang dari meningkatnya ketegangan konflik Timur Tengah yang menyeret kenaikan harga minyak dunia hingga menembus level US$100/barel.

Pada Senin (9/3/2026), IHSG Sesi I ditutup di posisi 7.321 dengan kehilangan 264,61 poin (3,49%) dibanding penutupan perdagangan akhir pekan lalu.

Penutupan IHSG Sesi I pada Senin 9 Maret 2026 (Bloomberg)

Saham barang baku, saham konsumen non-primer, dan saham perindustrian jadi yang terdalam pelemahannya pada siang hari ini, dengan koreksi mencapai 5,54%, 5,24% dan 4,91%. Disusul oleh saham infrastruktur yang melemah 4,57% dan saham transportasi terdepresiasi 4,37%.


Saham–saham yang melemah dan menjadi top losers antara lain saham PT Aracord Nusantara Group Tbk (RONY) yang jatuh 15%, PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) amblss 14,6%, dan saham PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK) ambruk 14,6%.

Siang hari Ini, Ho Chi Minh Stock Index (Vietnam) memimpin pelemahan dengan terpeleset paling dalam, menyusul KOSPI (Korea Selatan) yang juga ambles, NIKKEI 225 (Tokyo), PSEi (Filipina), TOPIX (Jepang), TW Weighted Index (Taiwan), SETI (Thailand), SENSEX (India), KLCI (Malaysia), Straits Time (Singapura), Hang Seng (Hong Kong), CSI 300 (China), Shenzhen Comp. (China), dan Shanghai Composite (China) yang masing–masing ambles mencapai 6,52%, 6,47%, 5,71%, 5,41%, 4,23%, 3,03%, 2,45%, 2,42%, 2,19%, 1,76%, 1,12%, 0,99%, dan 0,81%.