Logo Bloomberg Technoz

Harga Minyak Tembus US$100/Barel, Saham Emiten Migas Malah Amblas

Muhammad Julian Fadli
09 March 2026 11:47

Crude oil leaks from an oil pumping jack in an oil field./Bloomberg-Andrey Rudakov
Crude oil leaks from an oil pumping jack in an oil field./Bloomberg-Andrey Rudakov

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kenaikan harga minyak mentah dunia di pasar tampaknya tidak mampu mengatrol performa saham–saham energi, terutama saham migas. 

Indeks sektor energi di Bursa Efek Indonesia (BEI) malah ambruk lebih dari 4%. Ini membuat sektor energi menjadi salah satu yang mengalami koreksi paling dalam, bersaing dengan saham–saham transportasi dengan kejatuhan 4,1%.

Hari ini, Senin (9/3/2026), harga minyak dunia melonjak. Harga minyak jenis brent dan light sweet meroket masing-masing 26,09% dan 27,68% dibandingkan penutupan perdagangan akhir pekan lalu menjadi US$ 117/barel dan US$ 116,04/barel. Ini menjadi yang tertinggi dalam lebih dari 2,5 tahun terakhir.


Laju kenaikan harga minyak mentah dunia didorong oleh kebijakan sejumlah produsen utama Timur Tengah yang mulai memangkas produksi, yang diperberat lumpuhnya jalur pelayaran di Selat Hormuz, serta ancaman Amerika Serikat (AS) untuk memperluas cakupan konflik yang saat ini telah mengguncang pasar energi global.

Uni Emirat Arab dan Kuwait telah mulai mengurangi produksi karena fasilitas penyimpanan mereka terisi penuh dengan cepat akibat penutupan Selat Hormuz. Tindakan serupa telah dilangsungkan oleh Irak yang mulai menghentikan sebagian produksinya sejak minggu lalu, seperti yang dilaporkan Bloomberg News.