Logo Bloomberg Technoz

Patokan minyak global Brent melonjak hampir 30% pada satu titik pada Senin, setelah lonjakan 28% pekan lalu, karena konflik yang meningkat mencegah ekspor minyak dari produsen Teluk Persia dan menyebabkan penghentian produksi.

Perang tersebut meningkatkan kekhawatiran akan kekurangan bahan bakar dan gas alam di seluruh Asia.

Mengenai gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG), Menteri Ekonomi Taiwan Kung Ming-hsin mengatakan kepada wartawan bahwa pulau itu hanya perlu menemukan dua kargo lagi untuk Maret dan April.

“Kita tidak akan mengalami kekurangan listrik, dan tidak akan dibutuhkan pembangkit listrik tenaga batu bara tambahan pada Maret dan April,” katanya pada Senin (9/3/2026).

“Kita dapat melanjutkan sesuai rencana dan melewati periode ini dengan aman.”

Harga bensin tanpa timbal di Taiwan naik hingga 5,5% setelah pemerintah mengaktifkan langkah-langkah stabilisasi, kata kementerian dalam pernyataan tersebut.

Di bawah mekanisme penyesuaian harga minyak mengambang, harga seharusnya naik hingga 19,7% pekan ini, katanya, dengan pemerintah menanggung biaya untuk mengurangi dampak pada rumah tangga dan bisnis serta menjaga stabilitas harga domestik.

Saat ini tidak ada kekhawatiran bahwa Taiwan akan kehabisan minyak mentah atau gas alam, menurut para pejabat yang dikutip dalam laporan Commercial Times.

Pemerintah setempat berencana untuk meningkatkan pembelian minyak dan gas dari luar Timur Tengah, dan berkoordinasi dengan negara-negara Asia seperti Jepang dan Korea Selatan untuk menukar kargo LNG guna memastikan pasokan yang stabil, lapor surat kabar tersebut.

(bbn)

No more pages