Logo Bloomberg Technoz

Dolar Menguat, Bursa Asia Anjlok di Tengah Eskalasi Konflik Iran

News
09 March 2026 07:50

Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)
Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)

Natalia Kniazhevich, Anya Andrianova dan Anand Krishnamoorthy - Bloomberg News

Bloomberg, Pada perdagangan Senin (9/3), dolar menguat terhadap hampir seluruh mata uang utama. Sebaliknya, bursa saham Asia tumbang 1,8% pada pembukaan perdagangan, dan kontrak berjangka indeks Nasdaq 100 anjlok hingga 2%.

Emas dan perak melemah akibat kekhawatiran inflasi. Kondisi ini memperbesar peluang Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, atau bahkan menaikkannya kembali. Di pasar obligasi, imbal hasil (yield) obligasi tiga tahun Australia melonjak ke level tertinggi sejak Juli 2011.


Gelombang aksi jual melanda berbagai kawasan dan kelas aset pada pekan lalu, ketika eskalasi geopolitik menambah tekanan baru bagi pasar yang sebelumnya sudah tertekan oleh disrupsi kecerdasan buatan (AI) serta kekhawatiran terhadap potensi keretakan di pasar kredit. Krisis yang semakin memanas ini membuat investor terjebak di antara risiko inflasi baru akibat lonjakan harga minyak dan tanda-tanda perlambatan pasar tenaga kerja di AS.

"Ini bukan lagi sekadar penutupan Selat Hormuz, melainkan gangguan pasokan yang merambah lebih dalam ke kawasan tersebut," ujar Dave Mazza, CEO Roundhill Financial. "Pergeseran inilah yang memicu para investor yang sudah cemas untuk segera menarik modal mereka dari aset berisiko."

Harga minyak dunia. (Sumber: Bloomberg)