Logo Bloomberg Technoz

Aksi Jual Saham Teknologi Meluas, Bursa Asia Berguguran

News
08 June 2026 08:31

Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)
Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)

Anand Krishnamoorthy - Bloomberg News

Bloomberg, Bursa saham Asia berguguran untuk hari ketiga beruntun seiring makin derasnya aksi jual saham-saham sektor teknologi. Tekanan pasar kian diperparah oleh rilis data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang solid, yang memicu ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan menaikkan suku bunga acuan. Di sisi lain, harga minyak mentah merangkak naik setelah Iran meluncurkan serangan rudal ke Israel.

Indeks Kospi di Korea Selatan—yang tahun ini sempat menjadi indeks dengan kinerja terbaik di dunia berkat reli saham kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI)—anjlok hingga lebih dari 8%. Penurunan tajam ini sampai memicu penghentian sementara perdagangan (trading halt). Saham raksasa teknologi seperti Samsung Electronics Co dan SK Hynix Inc menjadi beberapa saham yang mencatat kerugian terbesar. Sementara itu, indeks acuan pasar saham Asia MSCI melemah 1,6%, yang diikuti oleh penurunan saham-saham Jepang lebih dari 2%.


Sentimen pasar sempat sedikit stabil setelah kontrak berjangka (futures) Nasdaq 100 berhasil menghapus kerugian awal dan berbalik naik 0,3%. Pergerakan ini menyusul kejatuhan indeks utama Wall Street tersebut pada hari Jumat lalu, yang tercatat sebagai penurunan harian terburuk sejak April 2025.

Menjadi faktor pemberat sentimen, harga minyak mentah jenis Brent naik 2,6% ke level US$95,60 per barel seiring kembali memanasnya ketegangan di Timur Tengah akibat serangan rudal Iran ke Israel. Kendati demikian, lonjakan harga minyak mulai melandai setelah muncul laporan bahwa Donald Trump menyatakan serangan tersebut tidak akan berdampak pada upaya pencapaian kesepakatan damai.