Penyebab IHSG Sentuh Titik Terendah dalam 5 Tahun Lebih
Muhammad Julian Fadli
08 June 2026 09:09

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pada perdagangan saham pekan lalu., 2–5 Juni 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh 8,69% point–to–point hingga ditutup di posisi 5.594,76. Ini menjadi terendah sejak November 2020 atau dalam dalam 5 tahun lebih perdagangan saham.
Jadi salah satu sebab tren pelemahan IHSG, investor asing jual bersih (net sell) mencapai Rp7,38 triliun di perdagangan saham pasar reguler. Di seluruh pasar, investor asing net sell Rp7,38 triliun.
Jumlah tersebut turut menambah total net sell investor asing sepanjang tahun 2026 mencapai Rp72,22 triliun di pasar reguler. Di seluruh pasar investor asing net sell Rp61 triliun year–to–date.
Adapun investor asing mencatat net sell terbesar pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencapai Rp2,28 triliun. Imbas desakan jual, saham BBCA melemah 10,96% menyentuh posisi Rp5.075/saham.
Berikut 10 saham dengan angka net sell terbesar oleh investor asing sepanjang perdagangan 2–5 Juni 2026:
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp2,28 triliun
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp2 triliun
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp1,02 triliun
- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp399,53 miliar
- PT Astra International Tbk (ASII) Rp382,97 miliar
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) Rp283,12 miliar
- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp273,14 miliar
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp266,36 miliar
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp218,02 miliar
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp172,37 miliar
Pada kesempatan yang sama, investor asing masih net buy saham emiten PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencapai Rp266,63 miliar. Berseberangan jauh dengan tren pembelian, saham BUMI amblas 17,26% hingga berada di posisi Rp139/saham.























