Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Tutup Perdagangan Pekan Ini di Zona Merah

Tim Riset Bloomberg Technoz
06 March 2026 15:31

Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan hari ini. Sepanjang pekan, mata uang Nusantara juga lesu.

Menutup perdagangan Jumat (6/3/2026), rupiah melemah 0,14% ke Rp16.906/US$. Sepanjang pekan ini, rupiah telah terdepresiasi 0,8% dan masih relatif lebih berdaya tahan dibanding mata uang Asia lainnya.

Mata uang di pasar Asia melemah sepanjang pekan ini, Jumat (6/3/2026). (Bloomberg).

Tekanan rupiah datang dari sentimen harga minyak yang menanjak naik dan diproyeksikan dapat merembet pada kondisi ketatnya dompet pemerintah. 


Sebab, kenaikan harga minyak yang di atas asumsi dasar APBN 2026 yakni US$70 per barel ikut menambah kekhawatiran pelaku pasar terkait kondisi fiskal. Setiap kenaikan harga minyak sebesar US$15 per barel dari asumsi seperti yang terjadi sekarang bisa menyebabkan kenaikan belanja subsidi sebesar Rp150 triliun dalam setahun. 

Dari kawasan, pergerakan mata uang Asia cukup beragam hari ini. Won Korea Selatan tercatat menguat 0,89%, disusul dolar Singapura 0,25%, yuan offshore China 0,23%, yuan China 0,19%, dolar Taiwan 0,07% dan yen Jepang 0,03%.