Logo Bloomberg Technoz

Kenaikan Harga Minyak Menghantui Rupiah

Tim Riset Bloomberg Technoz
06 March 2026 09:24

Karyawan merapihkan uang dolar AS dan rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan uang dolar AS dan rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilal tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) membuka perdagangan dengan pelemahan 0,17% ke Rp16.912/US$. Tak berselang lama, depresiasi rupiah menjadi lebih dalam yaitu 0,21% ke posisi Rp16.918/US$.

Meski indeks dolar AS juga melemah sebesar 0,37% ke posisi 98,95, tetapi tekanan kenaikan harga minyak mentah membayangi pergerakan rupiah di pasar spot pagi ini. Harga minyak Brent sedikit turun 2,1% dan berada di level US$84,27 per barel. 

Penurunan harga minyak pada awal perdagangan terjadi setelah Presiden Donald Trump mempertimbangkan langkah melepas cadangan minyak dari Strategic Petroleum Reserve (SPR) atau cadangan minyak darurat milik pemerintah AS untuk mengatasi lonjakan harga. 


Sementara dari pasar Asia, pergerakan mata uang relatif beragam. Won Korea Selatan menguat 0,42%, disusul dolar Singapura 0,17%, yuan offshore China 0,16% dna yuan China 0,10%, kemudian yen Jepang 0,06%.

Sebaliknya, baht Thailand tergerus paling banyak 0,49%, peso Filipina 0,39%, rupiah 0,21%, dan dolar Taiwan 0,13% lalu ringgit Malaysia 0,13%.