Logo Bloomberg Technoz

Para pengambil kebijakan secara luas sepakat bahwa pasar tenaga kerja mulai stabil. Hal ini menambah kehati-hatian mereka terkait pemangkasan suku bunga tambahan, setelah melakukan tiga kali pengurangan pada akhir tahun 2025. Barkin menjelaskan bahwa pemangkasan tahun lalu dilakukan karena risiko terhadap pasar tenaga kerja meningkat, sementara peluang inflasi tinggi menurun.

"Data yang masuk selama beberapa bulan terakhir, menurut saya, menunjukkan risiko bergerak ke arah sebaliknya," kata Barkin mengenai keseimbangan risiko ekonomi saat ini.

Data terbaru yang dirilis Kamis menunjukkan klaim tunjangan pengangguran baru di AS tetap stabil pekan lalu. Meskipun demikian, klaim lanjutan—yang menjadi indikator jumlah orang yang menerima tunjangan—naik ke level tertinggi sepanjang tahun ini. Meski begitu, Barkin menilai angka ketenagakerjaan baru-baru ini masih "menenangkan."

Gubernur The Fed

Gubernur The Fed Richmond tersebut juga menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dengan Kevin Warsh, mantan Gubernur The Fed yang dicalonkan Presiden Donald Trump untuk memimpin bank sentral saat masa jabatan Jerome Powell berakhir pada Mei mendatang.

"Saya menyukai dan menghormati Kevin, dan saya percaya dia akan melakukan pekerjaan dengan baik," kata Barkin.

Warsh kemungkinan besar akan menghadapi tekanan untuk menurunkan suku bunga, mengingat Trump secara jelas menjadikan hal itu sebagai syarat pemilihannya. Dalam beberapa bulan terakhir, Warsh telah memaparkan argumen untuk suku bunga yang lebih rendah, termasuk usulan agar The Fed menyusutkan neraca keuangannya yang mencapai US$6,6 triliun guna memberi ruang bagi pemangkasan tersebut.

Barkin memberikan sinyal bahwa dirinya terbuka terhadap ide tersebut.

"Secara naluriah, saya menyukai ide The Fed memiliki jejak yang lebih kecil di pasar keuangan, asalkan tetap mampu menjalankan kebijakan moneter, mengendalikan suku bunga dengan baik, dan tidak memicu reaksi negatif yang parah di pasar," pungkasnya.

(bbn)

No more pages