Barkin The Fed: Suku Bunga Tergantung Durasi Guncangan Perang
News
06 March 2026 06:00

Amara Omeokwe - Bloomberg News
Bloomberg, Gubernur Federal Reserve Bank of Richmond Tom Barkin menyatakan bahwa respons bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) terhadap perang antara AS-Israel dengan Iran akan sangat bergantung pada seberapa lama dampak konflik tersebut membebani ekonomi Amerika Serikat.
"Harga bensin, jelas, jika naik maka akan memicu inflasi," ujar Barkin pada Kamis dalam wawancara di Bloomberg TV. "Secara teori, kebijakan moneter bisa mengabaikan guncangan jangka pendek, tetapi tidak untuk guncangan jangka panjang. Saya rasa itulah penilaian yang harus dilakukan banyak orang saat ini."
Para pejabat The Fed dijadwalkan bertemu pada 17-18 Maret mendatang dan telah memberi sinyal kemungkinan besar akan mempertahankan suku bunga untuk kedua kalinya secara berturut-turut. Langkah ini diambil seiring upaya mereka mencapai kemajuan lebih lanjut dalam menekan inflasi. Indikator inflasi pilihan The Fed menunjukkan harga naik 2,9% pada Desember, hampir satu poin persentase penuh di atas target 2% bank sentral.
Barkin menyebut bahwa data terbaru maupun data yang diprediksi mencerminkan "beberapa bulan dengan inflasi yang relatif tinggi." Menurutnya, hal ini "tentu menunda kesimpulan bahwa perjuangan kita melawan inflasi telah berakhir."































