BOK Tahan Suku Bunga, Beri Sinyal Hawkish Akibat Risiko Inflasi
News
28 May 2026 09:45

Heesu Lee - Bloomberg News
Bloomberg, Bank sentral Korea Selatan (Bank of Korea/BOK) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan mereka. Kendati demikian, BOK melemparkan sinyal kebijakan yang sangat ketat (hawkish) seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap inflasi dan stabilitas keuangan, yang dipicu oleh lonjakan harga minyak dunia serta melesatnya sektor industri semikonduktor.
Dalam rapat kebijakan pada Kamis (28/5), BOK menetapkan suku bunga tetap berada di level 2,5%. Keputusan ini diambil melalui pemungutan suara yang tidak bulat. Keputusan ini memperpanjang tren penahanan suku bunga sejak Juli tahun lalu, setelah sebelumnya sempat melakukan empat kali pemangkasan antara Oktober 2024 hingga Mei 2025.
Sebagai indikasi kuat ke mana arah kebijakan ke depan, dua anggota dewan gubernur secara terbuka mendesak adanya kenaikan suku bunga. Selain itu, panduan ke depan menunjukkan ada dua anggota yang melihat risiko suku bunga acuan bisa melonjak hingga ke level 3,25% dalam kurun waktu enam bulan mendatang.
Keputusan untuk menahan suku bunga kali ini sebenarnya sudah sesuai dengan prediksi 22 dari 23 ekonom yang disurvei oleh Bloomberg, di mana hanya ada satu ekonom yang memproyeksikan kenaikan sebesar 25 basis poin.





























