Bursa Asia Bersiap Menguat, Didukung Kenaikan Wall Street
News
05 March 2026 07:00

Richard Henderson - Bloomberg News
Bloomberg, Bursa saham Asia diprediksi dibuka menguat pada perdagangan Kamis (5/3) setelah aksi jual besar-besaran di sesi sebelumnya. Wall Street tercatat mendaki seiring data yang menunjukkan ketangguhan ekonomi AS, yang berhasil meredam kekhawatiran inflasi meskipun ketidakpastian perang di Iran terus mengerek harga minyak.
Indeks berjangka untuk pasar Jepang, Australia, dan Hong Kong terpantau naik. Kontrak untuk indeks Kospi Korea Selatan diperdagangkan sekitar 8% lebih tinggi, memberikan sinyal pemulihan (rebound) setelah sempat ambruk pada hari Rabu.
Indeks S&P 500 naik 0,8% dan Nasdaq 100 melonjak 1,5% pada Rabu, didorong oleh reli saham-saham teknologi berkapitalisasi besar. Penguatan ini didukung oleh data sektor jasa AS yang berekspansi pada laju tercepat sejak pertengahan 2022, sementara indeks harga menyentuh level terendah dalam hampir satu tahun—sedikit menenangkan kecemasan pelaku pasar terhadap inflasi.
Di pasar komoditas dan mata uang, dolar AS tergelincir 0,3%, sementara imbal hasil (yield) Treasury 10-tahun naik empat basis poin menjadi 4,10%. Harga minyak mentah menetap di kisaran US$75 per barel.




























