Logo Bloomberg Technoz

"Skenario yang paling mungkin adalah gejolak geopolitik ini akan terurai dengan sendirinya dan ekonomi terus melaju," ujar Charles Lemonides, pendiri dan Chief Investment Officer ValueWorks LLC. "Saya jelas tidak akan memilih untuk menyingkir dari pasar saat ini."

Di sisi lain, Donald Trump menyatakan keyakinannya terhadap kampanye militer melawan Iran, meskipun lini masa operasi masih belum jelas. Teheran menargetkan Israel dan negara-negara Teluk, sementara pasukan Israel serta Amerika Serikat (AS) memenuhi janji mereka untuk membombardir target-target di Republik Islam tersebut. AS dilaporkan telah menenggelamkan kapal perang Iran di perairan internasional.

Grafik S&P 500. (Sumber: Bloomberg)

Sementara itu, Teheran menepis laporan bahwa mereka telah menghubungi AS untuk merundingkan penghentian konflik, menyebutnya sebagai "kebohongan murni." Di saat yang sama, China berencana mengirim utusan khusus urusan Timur Tengah ke kawasan tersebut untuk melakukan upaya mediasi.

Menurut Peter Oppenheimer dari Goldman Sachs Group Inc, meskipun aset berisiko menghadapi "hambatan signifikan" dari perang dan kecemasan atas sektor kecerdasan buatan (AI), kekuatan ekonomi dan pendapatan perusahaan yang kokoh akan membatasi seberapa jauh koreksi pasar terjadi.

Setelah menurunkan suku bunga tiga kali pada tahun 2025, pejabat Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) beralih menahan biaya pinjaman pada Januari lalu, mengacu pada inflasi yang masih di atas target dan stabilisasi pasar tenaga kerja. Beberapa pengambil kebijakan bahkan mempertimbangkan kemungkinan bank sentral AS perlu menaikkan suku bunga jika inflasi tetap tinggi.

Departemen Tenaga Kerja AS akan merilis laporan pekerjaan Februari pada Jumat esok, dan data inflasi terbaru akan menyusul pekan depan. Para pengambil kebijakan dijadwalkan bertemu kembali pada 17-18 Maret di Washington.

Di Asia, pelemahan dolar mendukung penguatan yen yang naik ke kisaran 157 per dolar pada Rabu, menguat bersama mata uang Australia dan Selandia Baru.

Sejumlah data regional yang dinanti pekan ini meliputi data inflasi Filipina dan Thailand, keputusan suku bunga di Malaysia, serta data produksi industri Taiwan. Di tempat lain, Kongres Rakyat Nasional China sedang bersidang dan diharapkan akan mengungkap Rencana Lima Tahun yang baru.

Sementara itu, harga emas bergerak naik, memulihkan sebagian kerugian dari sesi sebelumnya seiring masuknya pembeli di tengah pasar yang penuh risiko. Logam mulia sempat melonjak hingga 2,3% pada hari Rabu sebelum memangkas sebagian penguatan tersebut.

(bbn)

No more pages