Logo Bloomberg Technoz

Saking Kuatnya Tekanan, IHSG Hanya Ditopang Saham Lapis Kedua

Redaksi
05 March 2026 06:00

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang perdagangan kemarin, Rabu (5/3/2026), mengalami tekanan hebat. Saking kuatnya tekanan dan tingginya aksi jual, indeks bahkan hanya ditopang oleh saham-saham lapis kedua.

IHSG lansung dibuka turun 0,53% ke level 7.897 kemarin. Penurunan berlanjut, bahkan sempat jatuh 5,71% ke level 7.486,32.

Jelang penutupan sore, IHSG memangkas penurunan hingga tersisa 4,57% ke level 7.577,06.


Di tengah pergerakan tersebut, tidak ada satu pun saham big caps yang menopang IHSG. Alih-alih saham berkapitalisasi besar, justru saham lapis kedua yang menjadi penggerak atau mover indeks.

Berikut 10 saham dengan kontribusi bobot terbesar terhadap IHSG sepanjang perdagangan kemarin.

  • SGRO menambah bobot IHSG 0,70 poin
  • IFSH menambah bobot IHSG 0,31 poin
  • POLU menambah bobot IHSG 0,29 poin
  • ENRG menambah bobot IHSG 0,25 poin
  • SOTS menambah bobot IHSG 0,19 poin
  • CMNT menambah bobot IHSG 0,18 poin
  • ITMA menambah bobot IHSG 0,14 poin
  • DATA menambah bobot IHSG 0,09 poin
  • MASB menambah bobot IHSG 0,05 poin
  • VICI menambah bobot IHSG 0,04 poin