Logo Bloomberg Technoz

Saham Emiten Emas Jadi Incaran Investor di Tengah Konflik AS-Iran

Muhammad Julian Fadli
02 March 2026 10:10

Harga Emas Melampaui $4.500 dalam Reli Bersejarah untuk Logam Mulia (Bloomberg)
Harga Emas Melampaui $4.500 dalam Reli Bersejarah untuk Logam Mulia (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pagi hari ini, Senin (2/3/2026) lonjakan harga emas dunia terus melejit mencapai US$ 5.380/ons. Terlebih secara teknikal, ada berpotensi menggapai US$ 5.418/ons, dorongan ini menyeret bullish performa saham emiten emas di pasar modal Indonesia.

Sentimen yang jadi pendorong menguatnya harga emas imbas terjadinya serangan tegas ke Iran, yang dimotori Amerika Serikat (AS) dan Israel. Serangan ini mengakibatkan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei gugur, yang mengirim ketidakstabilan ekonomi dan politik secara luas.

Seperti dilaporkan Bloomberg News, serangan dan ketidakstabilan tersebut mendorong investor untuk mengurangi eksposur risiko di tengah tingginya volatilitas pasar. Akibatnya, aset safe haven seperti emas menjadi incaran.


Hulu–hilirnya, saham emas pada perdagangan pagi ini menguat tajam, berikut lajunya:

  1. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) melejit 7,21% ke posisi Rp1.040
  2. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melejit 4,59% ke posisi Rp4.550
  3. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) menguat 4,51% di posisi Rp8.700
  4. PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) melesat 3,63% di posisi Rp570
  5. PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) menguat 3,45% ke posisi Rp1.945
  6. PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) melesat 1,85% ke posisi Rp3.300

Harga emas saat ini dikenakan 'Premi' yang lebih tinggi akibat kekacauan pasar. Ini bisa lebih tinggi lagi jika terjadi peningkatan eskalasi.