Logo Bloomberg Technoz

Data Bursa Efek Indonesia memperhitungkan nilai perdagangan mencapai Rp29,83 triliun dari sejumlah 56,6 miliar saham yang ditransaksikan. Dengan frekuensi yang terjadi 3,65 juta kali diperjualbelikan.

Tercatat hanya ada penguatan 108 saham, dan sebanyak–banyaknya 671 saham terjadi pelemahan. Sisanya 41 saham stagnan.

Saham–saham big caps menjadi pemberat IHSG sepanjang perdagangan hari ini, ditambah lagi pelemahan saham BREN, saham BMRI, hingga saham AMMN yang amat dalam. Adapun saham konsumen non primer, saham perindustrian, dan saham properti juga melemah dengan masing–masing minus 7,59%, 5,95% dan juga 4,13%.

Saham–saham big caps lain turut jadi pemberat IHSG hingga menempati jajaran top losers,

  1. Barito Renewables Energy (BREN) mengurangi 16,71 poin
  2. Bank Mandiri (BMRI) mengurangi 15,58 poin
  3. Astra International (ASII) mengurangi 15,4 poin
  4. Chandra Asri Pacific (TPIA) mengurangi 15,09 poin
  5. Bank Central Asia (BBCA) mengurangi 14,26 poin
  6. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) mengurangi 14,19 poin
  7. Amman Mineral Internasional (AMMN) mengurangi 10,65 poin
  8. Barito Pacific (BRPT) mengurangi 10,35 poin
  9. MD Entertainment (FILM) mengurangi 9,99 poin
  10. Telkom Indonesia (TLKM) mengurangi 9,5 poin

Sejumlah saham LQ45 unggulan lainnya juga menjadi penyebab pelemahan IHSG, saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) yang turun 10,4%, saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) ambles 7,29%, dan juga saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) melemah 7,28%.

Senada, saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) drop 7,25%, saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) melemah 6,74%. Saham PT XLSmart Tbk (EXCL) terpeleset 6,62% hingga menjadi pemberat IHSG.

Kinerja Bursa Asia juga kompak melaju di zona merah. Indeks SETI Thailand ambles 4,04%, PSEi - Filipina jatuh 2,79%, Hang Seng Hong Kong drop 2,14%, FTSE Straits Times Singapura terpeleset 2,09%, NIKKEI 225 melemah 1,35%, SENSEX India turun 1,29%, TOPIX Jepang ambles 1,02%, FTSE KLCI Malaysia drop 0,96%, dan Shenzhen Comp. terdepresiasi 0,68%.

Bursa Saham Asia turun seiringan dengan meningkatnya konflik antara AS dan Iran menyusul kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, yang menimbulkan kecemasan pasar tentang pasokan energi.

Belum jelas siapa yang pada nantinya akan memimpin Iran. Pasar minyak global bergantung pada apakah perang ini menyebabkan gangguan berkepanjangan terhadap lalu lintas melalui Selat Hormuz, titik rawan (chokepoint) terpenting di dunia untuk perdagangan minyak global.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Minggu, operasi tempur di Iran akan berlanjut kendatipun tiga personel militer AS gugur.

Pasar minyak dunia langsung bereaksi dengan harga kontrak berjangka (Futures) minyak mentah jenis Brent terbang 7.3% menjadi US$78,3 per barel sementara harga kontrak berjangka (Futures) minyak mentah jenis WTI lompat 6,95% menjadi US$71,7 per barel.

“Iran adalah produsen terbesar keempat di OPEC, dan pertanyaan mulai muncul mengenai kepemimpinan politik dan stabilitas pasca kematian Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei,” melansir Phillip Sekuritas Indonesia dalam riset yang diterbitkannya, Senin.

Harga emas juga naik lebih dari 2% karena investor berbondong–bondong membeli logam mulia, sebagai aset yang aman (safe haven).

(fad/wep)

No more pages