Logo Bloomberg Technoz

Pelemahan IHSG Bertambah Dalam Saat Inflasi RI Tembus 4,76%

Muhammad Julian Fadli
02 March 2026 17:37

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Senin (2/3/2026), mencatat pelemahan yang bertambah dalam mencapai 2,65% ditutup di posisi 8.016 turut tersengat data inflasi RI yang lebih tinggi dari ramalan para ekonom dan analis.

Sepanjang perdagangan IHSG terpeleset lebih dalam di zona merah, dengan manuver jual yang amat deras, rentang perdagangan terjadi pada area level 8.133 sampai dengan terlemahnya 8.016.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai perdagangan menyentuh Rp29,83 triliun, yang didominasi penjualan dari sejumlah 56,6 miliar saham yang ditransaksikan usai frekuensi terjadi 3,65 juta kali diperjualbelikan.


Tercatat hanya ada penguatan 108 saham, dan sebanyak 671 saham terjadi pelemahan. Sedang 41 saham stagnan. Sementara Kurs Rupiah ditutup melemah 0,54% di posisi Rp16.861/US$ pada tutup perdagangan.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan data inflasi Februari 2026. Hasilnya lebih tinggi dari ekspektasi pasar sebelumnya, terjadi percepatan kenaikan inflasi secara bulanan, juga secara tahunan.