Logo Bloomberg Technoz

Inflasi Mei 2026 Tembus 3,08%, Kemenkeu Janji Jaga Akses Pangan

Redaksi
03 June 2026 05:20

Inflasi April 2,42% secara tahunan, makanan dan emas perhiasan sumbang inflasi terbesar (Diolah)
Inflasi April 2,42% secara tahunan, makanan dan emas perhiasan sumbang inflasi terbesar (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerintah berjanji akan mengkoordinasikan kementerian/lembaga terkait untuk mengendalikan inflasi, terutama dengan menjaga akses pangan masyarakat serta mengantisipasi dampak rambatan dari gejolak ekonomi global yang membuat harga minyak mentah dunia melesat. 

Hal ini disampaikan Endang Larasati, Kepala Bagian Komunikasi, Layanan Informasi, dan Manajemen Pengetahuan, Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan, menanggapi laporan data Badan Pusat Statistik (BPS) terkait laju inflasi pada Mei 2026 yang mencapai 3,08% secara tahunan (year-on-year/yoy).

"Daya beli masyarakat terus didukung melalui berbagai kebijakan, seperti operasi pasar, intervensi harga, serta pengawasan distribusi untuk mencegah peningkatan volatilitas harga pangan," ujar Endang dalam keterangan tertulis, Rabu (3/6/2026).


Selain itu, lanjut dia, pemerintah juga menyiapkan berbagai program stimulus ekonomi berupa diskon transportasi, termasuk diskon tiket pesawat pada masa libur sekolah, di samping terus memastikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi tetap terjangkau. Hal itu dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya dalam mengoptimalkan momentum liburan sekolah.

Berdasarkan data BPS, inflasi Mei 2026 berada di level 3,08% (yoy), meningkat dibandingkan April 2026 yang sebesar 2,42% (yoy). Peningkatan ini dipengaruhi oleh kenaikan pada seluruh komponen inflasi, terutama komponen harga bergejolak atau volatile food. Inflasi volatile food tercatat 6,24% (yoy), dipengaruhi kenaikan harga cabai merah dan bawang merah seiring dengan penurunan produksi akibat dampak cuaca ekstrem.