Impor Minyak Indonesia Turun Tajam Sebelum Perang Iran Pecah
Mis Fransiska Dewi
01 April 2026 16:45

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor minyak mentah atau crude oil Indonesia menurun tajam pada Februari 2026. Periode ini merupakan waktu sebelum perang di Iran meletus tepat pada 28 Februari.
Berdasarkan data Berita Resmi Statistik BPS, yang dirilis Rabu (1/4/2026), impor minyak mentah drop hingga 76,53% secara month to month (mtm) menjadi US$282,4 juta pada Februari 2026, dibandingkan dengan bulan sebelumnya senilai US$1,203 miliar.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono tidak menjelaskan alasan penurunan impor tersebut, terlebih bukan karena blokade Selat Hormuz akibat perang di Iran. Negara utama impor berasal dari Nigeria, Angola, dan Arab Saudi.
"Penurunan impor migas kami belum bisa mengkaitkan dengan blokade Selat Hormuz, karena data yang kami rilis masih Februari, kalau tidak salah perangnya baru terjadi akhir Februari, 28 Feb kalau enggak salah. Jadi, nanti tunggu bulan depan [data Maret] bagaimaan kondisi ekspor-impor dengan ada perang antara Iran, AS, Israel," bebernya dalam konferensi pers yang berlangsung Rabu (1/4/2026).
Secara keseluruhan, impor minyak dan gas (migas) pada Januari—Februari 2026 mencapai US$5,16 miliar, merosot 30,36% secara year on year (yoy), dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya senilai US$5,35 miliar.






























