“Itu hampir empat sampai lima kali lipatnya,” kata Anindya.
Menurutnya, selisih tersebut mencerminkan peluang yang dapat dimanfaatkan Indonesia, dengan catatan daya saing, khususnya dari sisi tarif, tetap terjaga.
Selain perdagangan, Kadin juga membidik peningkatan investasi Amerika Serikat ke Indonesia. Anindya menyebut kebutuhan investasi asing langsung Indonesia saat ini mencapai sekitar US$60 miliar.
Kesepakatan dagang timbal balik yang tengah dipersiapkan Indonesia dan AS berpotensi menjadi tonggak penting bagi peningkatan arus perdagangan dan investasi kedua negara.
“Indonesia punya kesempatan meningkatkan ekspor selama tetap kompetitif. Ini akan berdampak pada pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja,” tutur dia “Indonesia membutuhkan banyak investasi. Kerja sama ini menjadi salah satu pintu untuk mendapatkannya."
(ell)



























