"Seluruh pangkalan, fasilitas, dan aset pasukan musuh di kawasan akan menjadi target yang sah," bunyi surat tersebut. Iran juga menegaskan bahwa AS harus memikul tanggung jawab penuh atas segala konsekuensi tak terduga yang mungkin terjadi.
Ketegangan ini langsung berdampak pada melonjaknya harga minyak dunia. Situasi semakin panas setelah kapal perang jenis korvet milik Rusia bergabung dalam latihan angkatan laut Iran di Teluk Oman, jalur energi vital dunia, pada Kamis ini.
Walaupun nada bicaranya mengancam, Trump menyerukan Iran untuk menempuh "jalan perdamaian". Ia menekankan satu poin krusial: "Mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir. Tidak akan ada perdamaian di Timur Tengah jika mereka memilikinya."
Sejauh ini, Iran masih enggan memberikan konsesi besar dan bersikeras bahwa program nuklir mereka bertujuan damai. Sementara itu, AS dan Israel menuntut Iran menghentikan total pengayaan uranium, menghapus program rudal balistik jarak jauh, serta berhenti mendukung kelompok bersenjata di kawasan.
Citra satelit terbaru menunjukkan aktivitas Iran dalam memperbaiki dan memperkuat situs-situs nuklir mereka sejak musim panas lalu. Di saat yang sama, pangkalan-pangkalan AS di seluruh Timur Tengah juga terpantau sedang melakukan persiapan intensif selama sebulan terakhir.
Kekhawatiran akan pecahnya konflik fisik membuat sejumlah negara Eropa mulai bertindak. Polandia menjadi negara terbaru yang mendesak warganya untuk segera meninggalkan Iran. Perdana Menteri Donald Tusk memperingatkan bahwa warga Polandia mungkin hanya memiliki waktu hitungan jam untuk melakukan evakuasi.
Di sisi lain, Rusia memperingatkan adanya "eskalasi ketegangan yang belum pernah terjadi sebelumnya" dan mendesak semua pihak untuk menahan diri. Pejabat senior AS menyebutkan bahwa seluruh pengerahan militer Amerika ke kawasan tersebut dijadwalkan rampung pada pertengahan Maret mendatang.
(del)




























