IAEA Desak Iran Segera Sepakati Inspeksi Situs Nuklir
News
19 February 2026 20:00

Jonathan Tirone dan Francine Lacqua - Bloomberg News
Bloomberg, Peningkatan kekuatan militer Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah membuat jendela peluang bagi Iran untuk mencapai kesepakatan diplomatik terkait aktivitas nuklirnya terancam tertutup. Demikian peringatan yang disampaikan oleh kepala badan pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Mariano Grossi mengungkapkan bahwa pihaknya telah membahas proposal konkret dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. Pembahasan tersebut berfokus pada inspeksi situs-situs yang sempat dibom oleh Israel dan AS pada Juni lalu. Meski demikian, Grossi mempertanyakan apakah rencana tersebut dapat difinalisasi tepat waktu.
"Waktunya tidak banyak, tetapi kami sedang mengupayakan sesuatu yang konkret," ujar Grossi kepada Bloomberg Television pada Kamis (19/2), merujuk pada rangkaian pertemuan selama enam jam dengan diplomat Iran di Jenewa awal pekan ini. "Ada beberapa solusi yang telah diusulkan oleh IAEA."
Hingga saat ini, inspektur IAEA belum memverifikasi kondisi cadangan uranium Iran yang mendekati level senjata, maupun menilai tingkat kerusakan pada fasilitas pengayaan selama lebih dari delapan bulan. Sebelum serangan Juni terjadi, Iran dilaporkan memiliki cukup material yang diperkaya tinggi untuk segera memproduksi sekitar selusin hulu ledak, jika perintah untuk memiliterisasi program nuklirnya diberikan.
































