Logo Bloomberg Technoz

AS Ikut Kelola Tanah Jarang RI dari Hulu ke Hilir Usai Deal Tarif

Azura Yumna Ramadani Purnama
20 February 2026 11:10

Area tambang logam tanah jarang milik MP Materials Corp. Tambang Mountain Pass di Mountain Pass, California. (Joe Buglewicz/Bloomberg)
Area tambang logam tanah jarang milik MP Materials Corp. Tambang Mountain Pass di Mountain Pass, California. (Joe Buglewicz/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat (AS) akan melakukan kerja sama dalam pengelolaan mineral kritis termasuk logam tanah jarang (LTJ) atau rare earth elements (REE) dari sektor hulu hingga hilir.

Hal tersebut tertuang dalam salah satu poin kesepakatan tarif resiprokal Indonesia dan AS yang baru saja diteken kedua kepala negara; Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump.

Dalam dokumen yang dirilis White House, Kamis (19/2/2026) waktu setempat, dijelaskan bahwa Indonesia akan menghapus pembatasan ekspor komoditas industri ke AS termasuk mineral kritis.


Selain itu, Indonesia dan AS akan mempercepat kerja sama dalam pengembangan, pengolahan, dan produksi hilir mineral kritis berdasarkan pertimbangan komersial.

“Untuk memperkuat konektivitas rantai pasok antara kedua pihak, Indonesia akan menghapus pembatasan ekspor komoditas industri ke Amerika Serikat, termasuk mineral kritis,” sebagaimana tertulis dalam dokumen kesepakatan tarif AS-RI, Jumat (20/2/2026).

Data Potensi Logam Tanah Jarang di Indonesia (Bloomberg Technoz/Asfahan)