Logo Bloomberg Technoz

Fluktuasi harga emas yang luar biasa tersebut sepertinya membuat pelaku pasar agak gusar. Bloomberg News mengabarkan, investor institusi mulai mengurangi posisi beli (long) terhadap emas.

Kontrak posisi beli untuk pekan yang berakhir pada 3 Februari berjumlah 93.438. Turun 23% dibandingkan pekan sebelumnya dan menjadi yang terendah dalam 15 minggu terakhir.

Taruhan para manager investasi atas emas menurun.Bloomberg

Analisis Teknikal

Lantas bagaimana prediksi gerak harga emas untuk pekan depan? Apakah bisa naik lagi, atau malah terkoreksi?

Secara teknikal dengan perspektif mingguan (weekly time frame), emas mantap di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 75.

RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish. Namun hati-hati, karena RSI di atas 70 juga menjadi pertanda sudah jenuh beli (overbought).

Sedangkan indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 66. Menghuni area beli (long) yang kuat.

Untuk perdagangan minggu depan, harga emas sepertinya berisiko turun. Target support terdekat adalah US$ 4.784/troy ons yang merupakan Moving Average (MA) 5. Jika tertembus, maka MA-10 di US$ 4.562/troy ons bisa menjadi target berikutnya.

Namun kalau harga emas bisa naik lagi, maka cermati US$ 5.048/troy ons sebagai pivot point. Dari sini, harga emas berpeluang menguji resisten US$ 5.230-5.413/troy ons.

(aji)

No more pages