Logo Bloomberg Technoz

Shinhan Sekuritas Indonesia tercatat sebagai anggota Bursa Efek Indonesia (BEI) dan menjalankan kegiatan usaha sebagai perantara pedagang efek, penjamin emisi efek, serta aktivitas lain yang berada di bawah pengawasan otoritas pasar modal dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dalam operasionalnya, Shinhan Sekuritas menyediakan berbagai produk dan layanan, mulai dari transaksi saham dan obligasi untuk nasabah ritel dan korporasi, transaksi saham secara margin, layanan corporate finance seperti merger dan akuisisi serta pencatatan saham dan obligasi di BEI, hingga penyediaan riset perusahaan dan ekonomi.

Dalam kurun beberapa tahun terakhir, Shinhan Sekuritas juga tercatat aktif terlibat dalam sejumlah penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia. Keterlibatan tersebut mencakup peran sebagai penjamin pelaksana emisi efek maupun sebagai anggota sindikasi penjamin emisi, dengan fokus pada emiten berkapitalisasi kecil hingga menengah dari berbagai sektor.

Rekam Jejak Penjaminan IPO

Partisipasi Shinhan Sekuritas dalam aktivitas IPO mulai terlihat pada 2017 melalui penawaran saham perdana PT Campina Ice Cream Industry Tbk, di mana perusahaan bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi utama dan berhasil menghimpun dana sekitar Rp292 miliar.

Shinhan Sekuritas (Dok. Shinhan Sekuritas)

Pada 2019, Shinhan menjadi bagian dari sindikasi penjamin emisi dalam IPO PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV) yang membukukan dana hasil penawaran sekitar Rp152 miliar.

Setahun kemudian, Shinhan kembali tercatat sebagai anggota sindikasi dalam IPO PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) dengan dana yang dihimpun sekitar Rp219 miliar.

Aktivitas penjaminan emisi meningkat pada 2022. Pada periode tersebut, Shinhan Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi utama dalam IPO PT Saraswati Indoland Development Tbk (SWID) dan PT Aviana Sinar Abadi Tbk (IRSX) , yang masing-masing menghimpun dana sekitar Rp68 miliar, serta IPO PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR) dengan perolehan dana sekitar Rp127 miliar.

Tahun 2023 menjadi periode paling aktif bagi Shinhan Sekuritas dalam beberapa tahun terakhir. Sepanjang tahun tersebut, Shinhan berperan sebagai penjamin pelaksana emisi utama dalam IPO PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) dengan perolehan dana IPO sekitar Rp97 miliar, PT Maxindo Karya Anugerah Tbk sebesar Rp100 miliar, PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk sekitar Rp152 miliar, PT Charlie Hospital Semarang Tbk sekitar Rp61 miliar, PT Anugrah Spareparts Sejahtera Tbk senilai Rp40 miliar, serta PT Maja Agung Latexindo Tbk yang menghimpun dana sekitar Rp215 miliar.

Selain itu, Shinhan juga tercatat sebagai anggota sindikasi dalam IPO PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk dan PT Sumber Sinergi Makmur Tbk, yang masing-masing menghimpun dana sekitar Rp62 miliar dan Rp110 miliar.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak Shinhan Sekuritas Indonesia terkait penggeledahan yang dilakukan Bareskrim Polri tersebut.

(dhf)

No more pages