Terjegal Impor China, Utilisasi Industri Baja RI di Bawah 60%
Pramesti Regita Cindy
04 February 2026 15:00

Bloomberg Technoz, Jakarta - Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Muhamad Akbar mengungkapkan saat ini, rata-rata utilisasi kapasitas industri baja Indonesia masih berada di bawah 60%. Ia menilai kondisi ini ironis, mengingat permintaan baja domestik terus tumbuh dalam beberapa tahun terakhir.
Akbar mencatat bahwa konsumsi baja nasional tercatat meningkat dari sekitar 13 juta ton pada 2023, naik menjadi 15 juta ton pada 2024, dan diproyeksikan mencapai 17 juta ton pada 2025. Selain itu ia memprediksi dalam 10 tahun ke depan, kebutuhan baja nasional bahkan diperkirakan bisa menembus 31 juta ton.
Meski pasar tumbuh, ruang produsen dalam negeri terus tergerus. Ia memperkirakan potensi impor baja Indonesia saat ini setara hampir Rp1.000 triliun per tahun.
"Dan ini tidak lain banyak faktor diisi oleh produk-produk baja murah dari China," kata Akbar dalam Raker dan RDP bersama Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Tekanan tersebut dinilai bukan lagi sekadar persaingan bisnis, melainkan sudah masuk ke ranah antarnegara.
































