Rupiah Susut Tipis di Tengah Penantian Data Pertumbuhan Ekonomi
Tim Riset Bloomberg Technoz
04 February 2026 15:45

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah ditutup melemah tipis pada perdagangan sore ini, di tengah sikap pelaku pasar yang agaknya cenderung wait and see menjelang rilis data pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2025 yang akan diumumkan esok hari. Pasar terlihat memilih menahan posisi, ketimbang mengambil risiko besar di tengah ketidakpastian arah data makro domestik.
Pada perdagangan Selasa (4/2/2026), rupiah melemah 0,09% ke level Rp16.775/US$, berbalik arah dari penguatan di sesi pagi yang sempat membawa rupiah ke Rp16.765/US$. Padahal indeks dolar AS juga susut 0,07% ke posisi 97,368. Pelemahan ini mencerminkan minimnya katalis positif baru dari dalam negeri, sekaligus kehati-hatian investor menjelang publikasi data Produk Domestik Bruto (PDB).
Secara fundamental, konsensus pasar masih memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh solid di kisaran 5,1% secara tahunan pada kuartal IV-2025, dengan konsumsi rumah tangga kembali menjadi penopang utama.
Dari pasar domestik, proyeksi pertumbuhan sepanjang 2025 naik menjadi 5,05% dengan pertumbuhan secara kuartalan naik 0,65% dan secara tahunan pada kuartal IV-2025 tumbuh 5,10%.
Dengan angka proyeksi ini, ekonomi akhir tahun diprediksi sedikit terakselerasi daripada kuartal III-2025 yang tumbuh sebesar 5,04%. Pertumbuhan ini ditopang oleh penguatan belanja rumah tangga. Berbagai indikator konsumsi, mulai dari sentimen konsumen, penjualan ritel, hingga pembelian mobil dan sepeda motor, hingga impor barang konsumsi, ada sedikit pemulihan.




























