LPS Ungkap Risiko Keuangan BPR: Perlu Ada Sistem Inti Bank
Pramesti Regita Cindy
28 January 2026 11:10

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu membeberkan penyebab munculnya risiko keuangan pada perbankan kecil, khususnya Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS).
Anggito menyampaikan peningkatan risiko pada BPR dan BPRS tidak semata-mata dipicu oleh faktor kondisi keuangan, tetapi juga dipengaruhi oleh kelemahan tata kelola, keterbatasan profesionalisme, serta persoalan operasional.
"Dominasi kepemilikan perorangan pada BPR dan BPRS, lemahnya kontrol internal, serta meningkatnya risiko siber pada sebagian BPR dan BPRS menunjukkan bahwa tantangan stabilitas ke depan semakin struktural dan operasional, bukan hanya masalah siklikal [berpola teratur]," kata Anggito dalam konferensi pers KSSK, dikutip Rabu (28/1/2026).
Oleh karena itu, dia mengimbau perlu ada penguatan infrastruktur dan kapasitas teknologi informasi di BPR dan BPRS. Salah satu langkah strategis yang dinilai mendesak adalah penguatan sistem inti perbankan (core banking system).
"Hal tersebut merupakan langkah strategis yang mendesak, tidak hanya untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi operasional, tapi juga memperkuat tata kelola, pengendalian risiko, ketahanan siber, dan kepercayaan masyarakat," ujarnya.
































