Logo Bloomberg Technoz

Tak Sensitif Banyak Pengangguran, Prilly Latuconsina Minta Maaf

Dinda Decembria
04 February 2026 14:20

Prilly Latuconsina (Dok. Instagram @prillylatuconsina96)
Prilly Latuconsina (Dok. Instagram @prillylatuconsina96)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Aktris dan pengusaha Prilly Latuconsina akhirnya buka suara terkait polemik di jagat maya pasca menempelkan status “Open to Work” di sosial media LinkedIn. Status memicu beragam reaksi, terutama dari kalangan pencari kerja yang merasa fitur itu seharusnya lebih sensitif digunakan oleh figur publik dengan privilese karier yang sudah mapan.

Dalam klarifikasinya, Prilly menyampaikan permohonan maaf dan mengakui bahwa situasi tersebut memunculkan banyak emosi dari publik. Ia memahami mengapa sebagian orang merasa marah, kecewa, dan tak nyaman dengan tindakannya.

“Hai semuanya. Aku paham kalau situasi ini menimbulkan banyak reaksi dan emosi. Aku juga mengerti kenapa sebagian dari kalian merasa marah, kecewa, atau enggak nyaman,” ujar Prilly dalam pernyataan di akun Instagram Prillylatuconsina96. 

Prilly menambahkan sejak awal dirinya tidak pernah bermaksud bersikap tidak sensitif, apalagi tidak berempati terhadap kondisi sulit di tengah banyak pencari kerja. Ia juga menyadari pengalaman hidup dan posisinya sebagai selebritas tidak bisa disamakan dengan semua orang.

“Saya sadar posisiku dan pengalaman hidupku tidak sama dengan semua orang, dan aku mengerti mengapa hal ini bisa terasa menyakitkan bagi sebagian pihak,” lanjutnya.

Terkait status "Open To Work”, Prilly menjelaskan bahwa tujuannya adalah untuk membuka peluang kolaborasi lintas industri dan memperluas jejaring profesional, terutama di bidang yang belum pernah ia coba sebelumnya. Ia menekankan bahwa hal tersebut bukan dimaksudkan untuk mengambil kesempatan orang lain.

“Saya ingin menggunakannya sebagai cara untuk membuka peluang kolaborasi lintas industri… Ini bukan dimaksudkan untuk mengambil kesempatan siapa pun,” jelas Prilly.

Selain polemik tersebut, Prilly juga menyinggung soal akun LinkedIn miliknya yang sempat hilang. Ia mengatakan akun tersebut mengalami aktivitas sangat tinggi hingga akhirnya tidak bisa diakses dan kini masih dalam proses pemulihan.

Imbas dari polemik tersebut, akun LinkedIn miliknya sempat dibekukan atau hilang karena aktivitas yang di luar kebiasaan. Prilly mengatakan, "soal akun LinkedIn yang sempat hilang… hal tersebut di luar kendaliku karena saat itu akun LinkedIn-ku mengalami aktivitas yang sangat tinggi”.

Meski demikian, Prilly menegaskan dirinya tetap berkomitmen untuk melanjutkan kerja sama serta kegiatan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat. Ia menyebut komitmen tersebut akan terus menjadi prioritas utamanya.

Dalam laporan Global Risk Report 2026 terbaru World Economic Forum (WEF) yang baru dirilis pertengahan Januari, disebutkan Indonesia disebut menjadi salah satu dari 27 negara yang berpotensi besar menghadapi tantangan struktural ekonomi dan sosial, salah satunya risiko pengangguran dalam kurun waktu 2026 hingga 2028.


Temuan tersebut berdasarkan survei Executive Opinion (EOS) di antara Maret hingga Juni 2025 dari para pimpinan bisnis ternama global. Lemah dan tidak meratanya penciptaan lapangan kerja, serta persepsi bahwa mobilitas sosial mengalami stagnasi dan ketimpangan yang meningkat, menjadi faktor utama yang mendorong tergerusnya kepercayaan sosial, seperti ditulis laporan tersebut.

Di sisi lain, klarifikasi Prilly masih menuai respons beragam dari warganet. Sejumlah komentar di media sosial menunjukkan adanya publik yang tetap mempertanyakan empatinya terhadap para pencari kerja. Salah satu pengguna mengomentari klarifikasi Prilly. 

"Giliran klarifikasi mukanya melas bgt kemarin pas open to work benar-benar sumringah,"tulis akun @*rza.
 
"Kalau orang terkenal buat salah pun tetep disemangatin ya wkwk, miris bgt toh ntar diulang lagi salah terus klarifikasi minta maaf, pada sakit wkkw,".

 "Tetep lost respect skg walau udah klarif begini, biasanya ngoming gini karena udah hate komen artinya dia emang ga terlalu empati juga sama jobseeker, "tulis akun @scd.

Menutup pernyataannya, Prilly kembali menyampaikan permohonan maaf dan berterima kasih atas masukan publik.

“Sekali lagi, saya ingin minta maaf karena telah menimbulkan situasi yang tidak nyaman… Terima kasih untuk kalian semua atas masukan, perhatian, dan pengertiannya,” pungkasnya.