Logo Bloomberg Technoz

4 PLTSa Diresmikan Maret, ESDM Masih Hitung Kebutuhan Subsidi PLN

Azura Yumna Ramadani Purnama
04 February 2026 09:20

Petugas menggunakan alat berat mengangkut sampah di Saringan Sampah TB Simatupang (SSTBS), Rabu (5/3/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Petugas menggunakan alat berat mengangkut sampah di Saringan Sampah TB Simatupang (SSTBS), Rabu (5/3/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) belum selesai menghitung kebutuhan subsidi atau kompensasi PT PLN (Persero) dalam menjalankan proyek pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa), padahal groundbreaking empat proyek PLTSa ditargetkan dimulai pada Maret 2026.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menjelaskan kebutuhan subsidi tersebut akan mempertimbangkan selisih dari total kapasitas pembangkit yang tersedia dengan biaya pokok penyediaan (BPP) listrik.

“Ini untuk subsidi itu harus kita hitung lagi, berapa kapasitas yang tersedia, kemudian dari HPP PLN berapa, kemudian selisihnya itu akan dihitung sebagai subsidi,” kata Yuliot ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (3/2/2026).


Lebih lanjut, Yuliot menargetkan sejumlah PLTSa yang dimulai peletakan batu pertama atau groundbreaking pada Maret 2026 dapat beroperasi paling cepat pada 2027.

Uji coba pengolahan sampah Refuse Derived Fuel (RDF) Plant di Rorotan, Jakarta. Selasa (25/2/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Dia menjelaskan bahwa pembangunan satu PLTSa diprediksi bakal memakan waktu sekitar 1,5 tahun hingga 2 tahun.