Logo Bloomberg Technoz

Dolar Tertekan Jelang Keputusan The Fed, Rupiah Menguat

Tim Riset Bloomberg Technoz
27 January 2026 15:29

Karyawan merapihkan uang dolar AS dan rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan uang dolar AS dan rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hari ini melanjutkan tren penguatan, menyusul ambruknya dolar AS di tengah ekspektasi penahanan suku bunga acuan The Fed yang akan diumumkan pada Rabu (28/1/2026) pukul 15:00 waktu setempat. 

Dalam perdagangan spot hari ini, Selasa (27/1/2026), nilai tukar rupiah ditutup menguat 0,08% ke posisi Rp16.766/US$. Rupiah terapresiasi bersama dengan mayoritas mata uang Asia lainnya. 

Pasar mencermati arah kebijakan suku bunga acuan bank sentral AS, The Fed. Gubernur Jerome 'Jay' Powell dan sejawat diperkirakan akan menahan suku bunga acuan pada rapat FOMC, seiring stabilnya pasar tenaga kerja AS yang meredakan perpecahan di internal bank sentral setelah berbulan-bulan diwarnai perbedaan pandangan.


Sejumlah pejabat The Fed, termasuk yang dekat dengan Powell, menilai tingkat suku bunga saat ini, setelah tiga kali pemangkasan beruntun di tahun lalu, sudah berada di kisaran netral, dan dianggap cukup untuk menopang ketenagakerjaan sekaligus menjaga tekanan penurunan inflasi. 

Keputusan menahan suku bunga itu kemungkinan akan memicu reaksi Presiden Donald Trump, yang berulang kali mendesak The Fed memangkas suku bunga lebih agresif.