Bahlil Ungkap Nasib 2 Kargo Crude Singapura yang Batal Dikirim
Azura Yumna Ramadani Purnama
13 March 2026 19:45

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan terdapat dua kargo minyak mentah yang tiba-tiba batal dikirimkan ke Indonesia dari Singapura, padahal kargo crude tersebut sudah dalam proses pengiriman ke Tanah Air.
Dia menyatakan pembelian minyak mentah dari Singapura tersebut dilakukan oleh PT Pertamina (Persero) melalui proses tender atau lelang melalui trader. Akan tetapi, ketika dua kargo crude tersebut dalam proses pengiriman tiba-tiba batal dikirimkan.
“Tiga dua hari lalu kita sudah membeli minyak dari Singapura sudah berangkat ditenderkan oleh Pertamina lewat trader sudah berangkat, sudah masuk laut Indonesia kemudian disuruh kembali lagi dua kargo,” kata Bahlil dalam sidang rapat kabinet paripurna, Jumat (13/3/2026).
Menurut dia, kondisi tersebut menunjukan bahwa teori perekonomian normal dalam proses pengadaan minyak mentah sudah tak berlaku, kini para pemasok bakal memilih negara yang menawar dengan harga tertinggi.
“Jadi sekarang perekonomian sekarang untuk urusan minyak ini Pak hukum normalnya sudah tidak berlaku. Karena siapa ada cuan dia beli karena barang susah ini,” ujar Bahlil.
Bakal Dikirimkan Ulang
Bahlil menyatakan Kementerian ESDM sudah berkoordinasi dengan Pertamina untuk mengajukan keberatan dan pada akhirnya pada 18 Maret 2026 akan terdapat 2 kargo crude yang dikirimkan ke Indonesia.
“Kalau tidak kita gugat. Sesuai dengan apa yang Bapak arahkan tapi kelihatannya mereka agak gertak-gertak dikit agak takut juga Pak. Jadi tanggal 18 udah bisa dibalikin Pak,” ujar Bahlil di hadapan Prabowo.
Sekadar informasi, baru-baru ini PT Pertamina (Persero) dikabarkan sedang melakukan pengadaan atau tender BBM berupa dua kargo solar dengan sulfur 0,25% masing-masing sebesar 200.000 barel dan dua kargo bensin RON 98 masing-masing berukuran 35.000 barel.
Pencarian kargo BBM oleh Pertamina tersebut dilakukan ketika harga minyak dunia memanas. Namun, dalam dokumen tender yang dilihat Bloomberg, kargo solar atau diesel atau gasoil dengan kadar sulfur 0,25% tersebut untuk jadwal pengiriman 28—30 Maret 2026.
Satu kargo akan dikirim dengan basis cost and freight (CFR) ke Kilang Tuban, Jawa Timur dan kargo lainnya dengan basis CFR ke Indonesia Bulk Terminal (IBT) Pulau Laut, Kalimantan Selatan.
“Masing-masing kargo ~200.000 barel, satu dengan basis CFR Tuban dan kargo lainnya CFR IBT Pulau Laut. Batas akhir penawaran jam 10 pagi waktu Jakarta pada 9 Maret, berlaku sampai jam 6 sore keesokan harinya,” sebagaimana tertulis dalam laporan Bloomberg, Senin (9/3/2026).
Di sisi lain, dua kargo bensin RON 98 masing-masing sebesar 35.000 barel dilakukan lelang untuk pengiriman April 2026. Kargo pertama dijadwalkan tiba pada 3—5 April dengan basis CFR atau delivered at place (DAP) di Tanjung Uban, Kepulauan Riau.
Sementara kargo kedua dijadwalkan tiba pada 5—7 April dengan basis CFR atau DAP di Jakarta. Batas akhir penawaran yang diajukan adalah hari ini Senin (9/3/2026) pukul 11:00 WIB dan penawaran tersebut tetap valid hingga 18:00 WIB keesokan harinya.
Dalam perkembangannya, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun menyatakan tender tersebut merupakan mekanisme reguler yang biasa dilakukan Pertamina. Dia juga memastikan tender tersebut dilakukan tidak terkait dengan ditutupnya Selat Hormuz di Timur Tengah.
“Ya, bukan karena geopolitik. Info yang saya dapat adalah tender reguler, sehingga menyesuaikan dan mengacu dengan prosedur dan tahapan yang ada sesuai aturan tender dan pengadaan,” kata Roberth ketika dihubungi Senin (9/3/2026).


























