Logo Bloomberg Technoz

Bahlil Bantah Pasokan Batu Bara PLTU Kurang: Stok 14 Hari

Azura Yumna Ramadani Purnama
13 March 2026 20:50

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (Foto Diolah dari Berbagai Sumber)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (Foto Diolah dari Berbagai Sumber)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membantah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) milik PT PLN (Persero) dan independent power producer (IPP) tengah kekurangan stok batu bara.

Bahlil menyatakan seluruh PLTU yang ada di Indonesia memiliki stok batu bara yang cukup untuk 14 hari operasi (HOP) dan diklaim berada di atas standar minimum nasional.

Isu kekurangan stok batu bara muncul gegara lambatnya penerbitan persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 dan pemangkasan produksi komoditas tersebut.


“Saya juga mendapat laporan dari media bahwa seolah-olah batu bara kita untuk PLTU ini katanya sudah menipis. Kami laporkan Pak untuk seluruh PLTU PLTU yang ada baik IPP maupun punya PLN ketersediaan batu bara sekarang rata-rata di 14 hari. Jadi itu masih dalam standar minimal nasional,” kata Bahlil dalam sidang kabinet paripurna, Jumat (13/3/2026).

Bahlil menyatakan perusahaan batu bara yang sudah diberikan RKAB-nya diwajibkan untuk memasok batu bara untuk kebutuhan domestik (DMO) terlebih dahulu, sebelum diizinkan untuk mengekspornya.