Perang Iran Berlarut, Harga Minyak Dunia Bertahan di Atas US$100
News
14 March 2026 08:30

Mia Gindis dan Charles Gorrivan - Bloomberg News
Bloomberg, Harga minyak mentah jenis Brent menetap di atas level US$100 per barel untuk sesi kedua berturut-turut pada penutupan perdagangan Jumat (13/3). Angka ini menandai level tertinggi dalam lebih dari tiga tahun terakhir, seiring berlarutnya konflik di Timur Tengah dan kesulitan para pemimpin dunia dalam mengatasi gangguan pasar minyak terbesar sepanjang sejarah.
Minyak Brent, yang menjadi standar global, naik dan menetap di posisi US$103,14 per barel. Sementara itu, kontrak berjangka minyak AS (WTI) berakhir di kisaran US$99 per barel, level tertinggi sejak Juli 2022.
Para analis dan pedagang menilai jika Brent terus bertahan di atas level psikologis US$100, tekanan terhadap Presiden Donald Trump untuk segera mengakhiri perang dengan Iran akan semakin besar. Lonjakan biaya energi ini mulai dirasakan konsumen global melalui kenaikan harga BBM hingga gas LPG. Kondisi ini juga memicu volatilitas tinggi di pasar saham dan meningkatkan kecemasan terhadap inflasi.
Harga patokan minyak dunia sempat berfluktuasi setelah melonjak 9,2% pada sesi sebelumnya, dengan rentang ayunan harga pekan ini tercatat sebagai yang terlebar dalam sejarah. Namun, muncul titik terang setelah Reuters melaporkan bahwa Iran mengizinkan dua kapal pengangkut LPG berbendera India melintasi Selat Hormuz.



























