Logo Bloomberg Technoz

Mata Uang Asia Melemah Berjamaah, Tak Terkecuali Rupiah

Tim Riset Bloomberg Technoz
12 March 2026 09:24

Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pergerakan rupiah di pasar spot kembali melemah, di tengah penguatan dolar AS, ketidakpastian keberlanjutan perang, dan kenaikan harga minyak. Rupiah spot seperti ditunjukkan data Bloomberg real time, dibuka melemah 0,1% di Rp16.887/US$.

Selanjutnya, rupiah bergerak makin melemah 0,18% di Rp16.900/US$ pada pukul 09:05 WIB.

Mayoritas mata uang Asia juga melemah pagi ini, dipimpin oleh peso Filipina, baht Thailand, ringgit Malaysia, won Korea Selatan, dolar Singapura, dolar Taiwan dan yuan China. Sebaliknya, hanya yen Jepang dan dolar Hong Kong yang menguat terbatas. 

Pergerakan mata uang Asia Kamis 12/3/2026). (Bloomberg)

Rupiah kerap terbawa oleh arus ketidakpastian geopolitik. Beberapa pekan terakhir, pergerakan rupiah satu ritme dengan mata uang Asia lantaran pergerakan harga minyak yang melambung.

Harga minyak Brent hari ini kembali berada di US$98,37 per barel, setelah kemarin sempat turun ke US$87,8 per barel. 

Pergerakan rupiah sepekan terakhir hingga Kamis pagi (12/3/2026). (Bloomberg)