Logo Bloomberg Technoz

Nilai Dolar AS Jatuh, Terendah dalam 4 Bulan

News
26 January 2026 20:10

Karyawan merapihkan uang dolar AS di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan uang dolar AS di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Andre Janse van Vuuren dan Levin Stamm–Bloomberg News

Bloomberg, Dolar Amerika Serikat (AS) terus melemah pada Senin seiring spekulasi bahwa negara Adi Kuasa tersebut dapat berkoordinasi dengan otoritas Jepang untuk mendukung yen. Saham-saham mengalami koreksi, sementara emas batangan di pasar spot tembus level US$5.000/troy ounce.

Dolar AS melemah untuk hari ketiga berturut-turut, kehilangan nilai terhadap semua mata uang utama dan mencapai level terendah sejak September. Yen menguat ke level tertinggi dalam dua bulan. Indeks S&P 500 turun 0,1%. Logam mulia memperpanjang reli tajamnya, dengan emas mencapai rekor baru dan perak melonjak 6%.


Firasat bahwa Tokyo dan Washington berkoordinasi dalam pemeriksaan suku bunga memicu volatilitas di pasar valuta asing. Para pedagang melihat langkah-langkah tersebut sebagai persiapan untuk intervensi langsung. Tindakan bersama AS-Jepang akan memberi otoritas kekuasaan lebih besar untuk menahan spekulan setelah yen jatuh ke level terendah dalam 18 bulan pada awal bulan ini.

“Sinyal yang lebih besar adalah koordinasi kebijakan,” kata Daniel Baeza, VP senior di Frontclear. “Saat pasar menginterpretasikan koordinasi sebagai kesediaan untuk mentolerir kondisi dolar global yang lebih longgar, terutama bersama dengan respons dovish dari Fed, hal itu dapat memperkuat penurunan dolar dalam jangka pendek.”